27
BJ Habibie: “Puisi untukmu, Sayang…”
Siapa tidak kenal BJ Habibie, mantan orang nomor 1 di Indonesia. Sempat terkejut, seorang yang mampu membuat pesawat terbang dengan berjuta-juta kata teknis diotaknya, ternyata mampu mengukir kata-kata puitis yang dipersembahkan kepada almarhum istrinya Ibu Hasri Ainun Habibie dengan penuh cinta.

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu…
Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian
benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja,
lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari bahwa kau lah yang menjadikan aku kekasih yang baik,
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-NYA, dan kembali pada-NYA,
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku…
-BJ HABIBIE-
85 Comments to “BJ Habibie: “Puisi untukmu, Sayang…””
Leave a comment
Like ralarash.com
Recent Posts
- Why Men Want Sex and Women Want Love
- Pengumuman Pemenang AskRalarash Contest
- 10 Website Keren Untuk Manipulasi Foto
- Sinta and Jojo: Alay Mendadak Jadi Artis
- Spread Ask Ralarash Contest!!
- Patung Hyper Realist, AMAZING! (20 pic)
- ALAY.. Norak atau Kreatif?
- Apple di Masa Depan
- BJ Habibie: “Puisi untukmu, Sayang…”
- Markas Facebook, Twitter, dan Google
- Kenapa Sebagian Cewe nge-Crop Fotonya?
- Apakah Kamu Buta Warna? Tes dulu yuk!!
- Ask Ralarash | Online Virtual Tarot
- Rok Transparan
- Kekuatan dan Keajaiban Make-Up















Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian
benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja,
lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
kalimat ini nih yang bikin miris…
[Reply]
Ralarash Reply:
May 30th, 2010 at 9:46 pm
iya…sama mbak
tp saya paling suka kalimat:
” tanpa mereka sadari bahwa kau lah yang menjadikan aku kekasih yang baik,
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,”
dalemm bangettt…..
[Reply]
kabar terakhir yang saya dapatkan bahwa pihak keluarganya menyangsikan keaslian puisi dari pak BJ Habibie. mau asli atau ngak tetap isinya sangat menyentuh
[Reply]
Ralarash Reply:
May 30th, 2010 at 10:06 pm
iya..pihak dr Habibie Centre pun meragukan puisi ini.

tapi, mau asli atau pun engga, yg buat ini puisi, hebat bgt.
isinya sangat menyentuh dan makna dari setiap kata-katanya daleeem bgt.
saya bacanya jadi
[Reply]
kalo puisinya rash yang buat untukku…diriku sungguh berterimakasih…hihihi…
[Reply]
Ralarash Reply:
May 31st, 2010 at 11:44 am
lain kali deh dibikinin puisi buat julianus..

[Reply]
keluarga yang penuh dengan cinta…. aq terharu dengan perpisahan mereka
[Reply]
cant say anything… terharu… :cry:
[Reply]
:cry:
sungguh indah untaian katanya…..
[Reply]
kerenn bgt neh puisinnya.. terharu gt yaa..

semoga beliau diterima disisiNya.. amin..
[Reply]
Ralarash Reply:
June 1st, 2010 at 9:33 am
amin…
[Reply]
ehh denger2 berita terakhir, pak habibie blg itu bukan dia yg bkin
ga tau yg hoax yg mana ya
yg pasti nice n sweet poem
[Reply]
Ralarash Reply:
June 1st, 2010 at 10:47 pm
oia…..tp ga masalah ah.
isi puisisnya bagus kok ya
[Reply]
[...] membaca puisi dari sang suami, saya menjadi ingat kisah cinta almarhum kakek dan nenek saya dari pihak ibu saya. Bagaimana Kakek [...]
yah begitulah cinta deritanya tiada akhir….owowow. ia selalu mengikuti kehidupan manusia dimana semua berujung ditanah mati..sebab di sorga tiada perlu cinta.
[Reply]
Ralarash Reply:
June 3rd, 2010 at 1:11 am
[Reply]